Berita

Kantor Imigrasi Cilacap Mendeportasi 18 WNA

07 Desember 2017 - Berita

YES RADIO, Cilacap : Sebanyak 18 warga negara asing (WNA) dideportasi Kantor Imigrasi Kelas ll Cilacap, selama tahun 2017 karena melanggar Undang – Undang Keimigrasian.  

Kepala Subseksi Penindakan Kantor Imigrasi Cilacap, Pitono saat melakukan Konferensi Pers, Rabu (06/12/17), mengatakan warga negara asing tersebut berasal dari sembilan negara, yakni Australia sebanyak empat orang, Bangladesh satu orang, China empat orang, Hong Kong satu orang, Irak satu orang, Kenya satu orang, Malaysia empat orang, Singapura dan Vietnam satu orang.  

"Selama satu tahun tindakan keimigrasian yang sudah kita lakukan terhdap WNA yang melanggar peraturan keimigrasian, yakni deportasian sejumlah 18 orang, pada kurun waktu 1 Januari sampai 6 Desember 2017” Katanya.  

Bahkan pihaknya berhasil mendeportasi satu diantara WNA  tersebut, berinisial ZL asal China, Pada Selasa (5/12/17), dimana pelaku berhasil ditangkap setelah dilakukan penyelidikan selama dua hari pada toko toko telfon seluler yang diduga terdapat warga Negara asing.

“kami melakukan operasi penindakan terhadap satu orang warga Negara China berinisial ZL, disalah satu service center sebuah merk hanphone di Purwokerto (Banyumas)” Ungkapnya.  

ZL yang bekerja di tempat tersebut tidak bisa menunjukkan paspor dan dokumen keimigrasian lainnya, sehingga diduga melanggar Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.  

"Dalam pemeriksaan lanjutan, yang bersangkutan diduga kuat melakukan aktivitas kerja atau melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan visa yang diberikan kepadanya, yakni visa kunjungan," jelasnya.  

Maka dari  itu, pihaknya mendeportasi ZL ke negara asalnya melalui Bandara Soekarno-Hatta, setelah menjalani masa karantina selama dua hari di Kantor Imigrasi Kelas ll Cilacap.  

Tidak hanya itu, Kantor Imigrasi Kelas ll Cilacap juga mengusulkan supaya ZL dicegah tangkal (cekal) masuk wilayah Indonesia dalam jangka waktu satu tahun.  Terkait dengan 18 WNA, yang berhasil dideportasi selama tahun 2017, 14 diantaranta laki-laki dan 4 perempuan.

"18 orang ini paling banyak ditangkap dari Cilacap ada 8 orang, disusul Purwokerto dan Kebumen," katanya.  

Lebih lanjut, dia menjelaskan Purwokerto mengalami perkembangan pesat karena banyak perusahaan membuka cabang yang diduga melibatkan WNA, termasuk dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden.  

Untuk itu pihaknya akan terus memantau keberadaan WNA di Purwokerto dan tentunya kota kota lain yang menjadi wilayah kerja kantor Imigrasi Kelas ll Cilacap.

(AnD)

(#0 views)

          Share on Facebook

(0)

LAYANAN KAMI

...

AGENDA

October 2018
MSSRKJS
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031